Batulicin, Tanah Bumbu – Ruang kunjungan Lapas Kelas III Batulicin kembali ramai, Rabu (23/9/2026). Warga Binaan sudah bersiap sejak pagi, menunggu keluarga yang datang membawa kabar dari rumah.
Layanan kunjungan ini memang selalu dinanti. Bagi Warga Binaan, pertemuan dengan keluarga bukan cuma soal melepas rindu. Di tengah masa pidana yang dijalani, kehadiran orang terdekat jadi sumber semangat tersendiri.
Suasana di ruang kunjungan terasa hangat. Warga Binaan dan keluarga duduk berbincang, berbagi cerita, sesekali tertawa kecil. Ada juga yang hanya diam saling menatap, seolah tak ingin waktu cepat berlalu.
Petugas Lapas Batulicin, Adi Mus Anwar, menjelaskan bahwa layanan kunjungan tetap memperhatikan ketertiban dan kenyamanan. Menurutnya, pelayanan yang tertib menjadi bagian penting agar suasana kunjungan tetap aman dan kondusif.
“Kami berupaya memberikan pelayanan kunjungan dengan tertib agar Warga Binaan dan keluarga dapat bertemu dengan nyaman. Bagi kami, pertemuan seperti ini penting karena komunikasi dengan keluarga dapat memberikan semangat bagi Warga Binaan selama menjalani masa pidana,” jelas Adi.
Seorang Warga Binaan berinisial R mengaku senang bisa kembali bertemu dan berbincang langsung dengan keluarganya. Baginya, momen itu memberi tenaga baru untuk menjalani pembinaan.
“Bisa bertemu keluarga seperti ini membuat saya senang dan kembali bersemangat. Dukungan keluarga sangat berarti bagi saya untuk menjalani hari-hari di Lapas dan mengikuti pembinaan dengan lebih baik,” ungkap R.
Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan bahwa hubungan Warga Binaan dengan keluarga harus tetap dijaga selama masa pidana. Ia berharap setiap pertemuan menjadi sumber dukungan positif sekaligus menguatkan kesiapan Warga Binaan kembali ke tengah keluarga setelah menyelesaikan masa pidana.
“Kami ingin layanan kunjungan menjadi ruang yang tetap menjaga hubungan Warga Binaan dengan keluarganya. Dukungan keluarga memiliki arti penting dalam membangun semangat, sehingga kami terus berupaya memberikan pelayanan yang tertib, aman dan humanis,” tegas Thoha.











