BREAKING

Berita DaerahLapas

Lapas Batulicin Panen Lele 51 Kg, Warga Binaan Sudah Pikirkan Usaha Sendiri

Batulicin, Tanah Bumbu – Air kolam di belakang Lapas Batulicin surut perlahan, Senin (31/8) pagi. Jaring ditarik, ikan-ikan lele mulai tampak ke permukaan. 51 kilogram dikumpulkan dari kolam yang selama 2,5 bulan dirawat Warga Binaan.

Ini bukan hasil instan. Sejak benih ditebar, mereka sudah rutin kasih pakan tiga kali sehari. Air kolam dicek, kualitasnya dijaga. Kalau ada yang mati, dicari tahu kenapa. Kegiatan ini jalan setiap hari, tanpa libur.

Hasil panen dijual ke luar. Uangnya dipakai lagi buat beli pakan dan kebutuhan kolam berikutnya. Polanya berputar, seperti usaha budidaya pada umumnya. Cuma bedanya, semua ini dikerjakan di dalam Lapas dan jadi bagian dari pembinaan.

Muhammad Subhan Abdi, petugas Lapas yang mendampingi kegiatan ini, bilang panen itu bukan cuma soal angka.

“Panen lele ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian dapat berjalan melalui proses yang terarah dan konsisten. Warga Binaan tidak hanya belajar memelihara ikan, tetapi juga memahami bahwa keberhasilan budidaya membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan tanggung jawab dari awal hingga panen,” ujarnya.

Salah satu Warga Binaan berinisial M diam-diam punya rencana. Selama di kolam, dia belajar banyak. Mulai dari cara memberi pakan yang tepat, sampai mengenali tanda-tanda ikan stres. Ilmu itu, katanya, nggak akan dia sia-siakan.

“Selama ikut mengelola lele, saya mendapatkan banyak pengalaman tentang cara merawat dan menjaga ikan sampai bisa dipanen. Kalau nanti sudah bebas, saya punya niat untuk mengembangkan bidang perikanan ini menjadi usaha karena ilmu yang saya dapat di sini bisa menjadi bekal,” ungkap M.

Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, nggak mau program ini cuma berhenti di panen. Dia berharap Warga Binaan yang terlibat benar-benar punya bekal, bukan sekadar sibuk.

“Kami mendukung setiap langkah pembinaan kemandirian yang memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, bekerja, dan menghasilkan. Kami berharap tanggung jawab yang dibangun melalui kegiatan seperti budidaya lele dapat menjadi bekal positif sekaligus memberikan energi yang baik bagi keberlangsungan program pembinaan di Lapas Batulicin,” tegasnya.

51 kilogram lele dari kolam belakang Lapas. Jumlahnya kecil, tapi cukup besar artinya bagi mereka yang setiap pagi sudah siap dengan ember pakan di tangan.

Redaksi Borneoplus.info berkomitmen untuk memberikan informasi yang terpercaya, inspiratif, dan mencerdaskan. Melalui pemberitaan yang mendalam dan berkualitas.

Related Posts