
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat koordinasi persiapan penerbangan perdana rute Banjarmasin–Kuala Lumpur pulang-pergi, bertempat di Aula Sasangga Banua, Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Sabtu (30/8/2025).
Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, dan dipandu Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, M. Fitri Hernadi. Turut hadir Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, tenaga ahli Gubernur, serta perwakilan asosiasi pariwisata seperti ASITA, ASPERWI, PHRI, dan sejumlah stakeholder terkait.
Dalam arahannya Syarifuddin mengatakan, pembukaan jalur penerbangan internasional ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.
“Mudahan dengan dibukanya jalur penerbangan Banjarmasin–Kuala Lumpur, ekonomi kita akan lebih baik lagi. Pertemuan ini juga menjadi presentasi pertama seluruh stakeholder terkait promosi, publikasi, hingga peluang pasar ekspor Kalsel,” ujar Syarifuddin yang juga Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kalsel.
Ia menambahkan, Kalimantan Selatan memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan, salah satunya melalui wisata religi Haul Guru Sekumpul yang dikenal sebagai salah satu kegiatan keagamaan terbesar di dunia.
Selain itu, penerbangan ini juga diharapkan memudahkan mobilitas warga Kalsel di Malaysia, khususnya di wilayah Penang dan Perak, termasuk mereka yang memiliki keturunan Banjar.
Seiring dengan ditetapkannya kembali Bandara Internasional Syamsudin Noor sebagai bandara internasional, maskapai Air Asia berinisiatif membuka penerbangan perdana rute Banjarmasin–Kuala Lumpur pada 20 Oktober 2025.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk menghubungkan ASEAN dengan dunia dan sebaliknya secara lancar, sehingga dapat memperkuat posisi Kalsel dalam perjalanan regional maupun internasional,” pungkas Syarifuddin. MC Kalsel/Jml
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id